Rabu, 17 September 2014

Pengantar Kuliah pak Dekan yg mendebarkan =D


Mendapat pesan singkat dari ketua tingkat berisi “assalamu alaikum, teman-teman besok kuliah Metodologi Penelitian jam 07:45 oleh Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (Dr.dr.A.ArmynNurdin,M.Sc)”. Paginya saat berangkat, jantungku berdegup kencang, entah kenapa. Waktu kuliah molor sampai pukul 08:24 WITA, pak Dekan pun masuk kelas, bertanya tentang Ac. Ac ini berfungsi tidak ? rusak ? atau memang sejak dipasang sudah tidak berfungsi ?, masih dengan wajah heran beliau membuka pekuliahan. Kelaspun dimulai dengan membaca do’a yang dipimpin oleh teman sekelas Muh Arief Falaq yang suaranya menenangkan. Wahh, Bapak Dekan ini benar-benar prepare untuk perkuliahan ini, tidak sama dengan dosen kemarin yang pertama kali masuk di semester 7 ini, bahkan mata kuliah yang mau diajarkan tidak tahu apa, tidak bawa silabus, tanpa slide, benar-benar rancu, tapi setidaknya beliau masih bisa menjelaskan karena pengalamannya sebagai perawat. Kembali ke pak Dekan, beliau benar-benar pengajar yang baik walaupun hari itu masih pengantar, tapi kami tahu apa-apa yang nanti akan kami lakukan, tidak hanya tahu dan lakukan, tapi juga nanti ada hasilnya. Menanyakan nanti midnya maunya apa, ada 4 pilihan:
1)   Choice
2)  Essay
3)  Proposal
4)  Skripsi
Teman satu kelas memilih yang ke-3, proposal. Bapak kembali menjelaskan, karena kami memilih proposal maka hari itu dilakukan pengumpulan 3 judul setelah diberi waktu 30 menit mencari referensi di perpustakaan atau browsing. Ada yang memang telah mempersiapkan judulnya, ada yang belum dan harus kelabakan mencari dalam waktu singkat, sedang saya harus mengingat-ingat judul yang kucatat di buku catatanku yang tertinggal dirumah. Selang 30 menit, kami kembali berkumpul dikelas untuk mengumpulkan judul. Bapak kembali menjelaskan, 1 minggu setelah ini dibimbing untuk ajukan judul kemudian menunggu SK Prodi keluar dan urus proposal. “tidak ada istilah tidak lulus, yang ada mencapai kompetensi atau tidak mencapai komptensi”, katanya. Dibawah ini Tingkat Kemampuan Menalar:
 
Penjelasan tentang tingkat kemampuan menalar ini sangat panjang, tidak bisa saya paparkan seperti beliau. Intinya, kita seharusnya tidak hanya sampai dibatas mengetahui, tapi harus mengerti, bisa menganalisa, mampu menghasilkan sesuatu yang baru dan sampai ketingkatan paling tinggi yaitu evaluasi, menganalisa hasil yang ada memeriksa benar tidaknya dan menghasilkan hal baru yang lebih efisien. Kemampuan evaluasi ini untuk taraf S2 S3 yang mampu membantah teeori lama dengan teori barunya. Kemampuan evaluasi ini tidak hanya dimiliki oleh S3, tapi beberapa orang yang memang dikaruniai IQ diatas rata-rata, seperti anak-anak SMA yang diceritakan pak Dekan. Mereka luarbiasa, memenangi olympiade matematika bertaraf internasional dan menyabet medali emas untuk hasil pemikiran mereka, menciptakan rumus matematika baru. 
Characteristics
S tudent centered
P roblem based
I ntegrated teaching
C ommunity oriented
E arly public health exposures
S elf directed learning
Senyum saya terus terkembang meski jantung tak hentinya berdegup kencang sampai perkuliahan berakhir. Kuliah ini benar-benar tepat sasaran dan tepat waktu, kami akan menghadapi masa-masa akhir perkuliahan. Dengan bimbingan dan arahan dari beliau semoga semua jalannya lebih dimudahkan. Amiiiin ya Robbal Alamin =D
Quotes hari ini: “Jangan biarkan ketidaktahuan bermukim diotakmu, bertanyalah !!!”

Entah bulan yang kesiangan ataukah mentari yang telat


Ini hari kedua sejak kulihatnya disana
Menatap bisu, memandang sepi, membatin sendiri
Kemarin masih dengan wajah penuh
Hari ini dengan separuh wajah
Tak lagi bersinar
Terkapar
Melawan mentari
Redup di angkasa, bumi ini
Tampak jelas wajah aslinya,
Pucat pasih
Menyerupai awan tak terjamah, sangat putih
Membentuk bulatan, gundukan awan kecil
Apa yang membuatmu tertahan disana ?
(Riuh desir angin, namun jawabmu tak kunjung tiba)
Tetaplah disana selama yang kamu mau
Pergilah disaat lelah menghampirimu
Masih ada tempat untukmu kembali pulang
Menyeka lelahmu, menjaga asamu yang tak berujung melengkapi malam berbintang

Lanjutan:

Senin, ini hari kelima sejak kulihatmu
Masih disana menahan getir terik mentari
Semakin lemah,
Setengah dirimupun telah tak cukup,
Menipis, tapi tetap terlihat suci, tak terjamah
Wajahmu masih pucat pasih, mungkin lebih parah dari sebelumnya..
Melengkung di angkasa sana, entah untuk apa..
Tempatmu terlihat lebih tinggi sejak kulihatmu kemarin disana..
Merangkak naik, apakah kau coba menggapai asamu yang hilang ditelan malam kelam ??
Tidakkah kau rindukan malam?? tempatmu terlihat indah dan bersinar ..
Tidakkah kau rindukan bintang ?? temanmu dikala malam menjelang mengganti hari yang terang..
Tidakkah kau rindukan aku ?? bukan siapa-siapa, tapi setia mengembangkan senyum, berbagi cerita, atau hanya menatap bisu setiap melihatmu. 

SERASA LDR



Dengan nada datar
Kamu bertanya” Masih Specialka’ di hatita’ kah ?”
Hah ?? did you know !!
Itu jga yang ingin kutanyakan..
Dimana kamu saat aku menunggumu
Menunggu some text massage darimu,
Bahkan telephone pun tak pernah..
Text  massage  darimu masuk saat aku telah terlelap
Dibuai malam
Didekap rembulan, ditemani gemintang dengan rasa kesal tanpa kabarmu..
Pernah satu waktu aku aku tak tahu kamu masih
Hidup atau kah telah ditelan bumi..
Kita bahkan masih di kota yang sama
Tapi serasa kita menjalani Long Distance Relationship
Got you stuck on my Heart, it’s feeling hurt inside,
If you want to stay show your attitude boy,
Never break my heart.. Leave me now if you want it.
September  2014

Sepotong cerita di bulan September


What I gonna do…

Apa yang harus kulakukan..
Ketika hanya bisa menatap gambarmu..
Tersenyum sendiri
Merasa bahagia, kemudian bersedih sendiri
Begitu sadar bahwa kamu begitu jauh
Dari tempatku merindumu. .

Sepotong cerita di bulan September…
Beberapa bulan sebelum bulan ini, September. Berjalan di depan prodi jurusan Keperawatan, kemudian melihat selebaran dipapan informasi yang berisi tentang kegiatan Sidang Tahunan VII Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia (ILMIKI). Saya dan seorang teman tertarik untuk ikut kegiatan ini karena di imingi-imingi sertifikat. Kamipun bergegas ke ruang sekreteriat Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Keperawatan untuk mengisi formulir, dan walaaa… saya dan temanku mencetak rekor sebagai pendaftar pertama dan kedua =D. Saat wawancara sebagai pemenuhan persyaratan sebagai panitia ST VII ILMIKI, saya berjanji akan melaksanakan tugas dengan baik, apalagi ini atas kemauan diri sendiri. Tapi realitasnya, tak sejalan keinginan. Malas ikut rapat dan berpartisipasi, imbasnya saya harus dalam RedList Stering panitia.  Redlist ini untuk orang-orang yang jarang sekali ikut rapat panitia dan untuk terakhir kalinya ditanyai tentang keseriusannya ikut dikepanitiaan karena acara sudah mines 4 hari lagi, ada beberapa orang didalam catatan tersebut, termasuk saya. Ketika ditanyai tentang kesiapan lagi, saya menjawab “Iya”. Konsekuensinya, harus jadi Listen Officer (L.O) *saya tidak tahu kepanjangan dari L.O, kira2 itulah. Kerjaan L.O ini kurang lebih sebgai orang yang selalu mendengarkan peserta yang dibebankan padanya *kata kasarnya pembantu mereka. Prosedur menjadi L.O adalah: Pertama, memperkenalkan diri. Kedua, bersikap ramah, sebisa mungkin. Saat pertama mendengar penjelasan Stering Panitia yang mengharuskan bersikap ramah itu seakan menggelitikku dari dalam, menanyai diriku sendiri “bisakah saya bersikap ramah ?”, ah sudahlah, jangan pikirkan itu yang penting show must go on dulu kan. Ketiga, membangunkan, mengingatkan jadwal, mengantarkan makanan, mendengarkan keluhan dan permintaan. Sampai ke prosedur ketiga ini rasanya, eum.. Luar biasa !!
Semua panitia sibuk mengurus job masing-masing, mulai dari bagian Kestari (surat menyurat), Perlengkapan, Konsumsi, City Tour, Seminar (saya merupakan anggota dari panitia Seminar), Ceremony dan yang paling bekerja keras untuk penjemputan peserta dan pengangkutan barang-barang adalah bagian Transportasi. Hanyut dalam stress tingkat tinggi, dituntut untuk melakukan yang terbaik, kesalah pahaman, emosi, canda, tawa, amarah, kesedihan diiringi air mata melengkapi kepanitiaan ST VII ILMIKI tahun ini di Makassar, dengan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) sebagai tuan rumah dalam kegiatan tahunan ini.
Senin, 1 Spetember 2014 adalah hari dimulainya serangkaian acara ST VII ILMIKI. Opening ceremony, saya berlaku sebagai MC Bahasa Inggris ditemani MC bahasa Indonesia dan tak lupa MC bahasa Arab. Setiap kegiatan yang berskala besar selalu dilengkapi dengan MC 3 bahasa, apalagi ini bertaraf Nasional. Merupakan pengalaman pertama saya menjadi MC diacara Kampus, dan mungkin terakhir kalinya. Dibalut dengan pakaian adat Sulawesi Selatan, bangga melihat peserta malam itu, peserta dari barbagai daerah di Indonesia. Mereka dari jauh datang atas nama institusi tempat mereka menimba ilmu meramaikan ST VII ILMIKI, menyumbangkan pemikiran dan meluangkan waktu berharga mereka. Opening ceremony selesai sekitar pukul 23:00 WITA, setelah acara semua bergegas pulang kepenginapan yang terletak di Jl. Sultan Alauddin I, Wisma Aliyah MAN Model. Dalam satu ruangan berbentuk asrama di Pesantern dengan tempat tidur tingkat berjejer dan berpasangan. Ruangan penuh sesak, keringat tak henti mengucur, ditambah keberadaan nyamuk-nyamuk predator yang menggerogoti pipiku meninggalkan bekas merah besar bak jerawat. Malam itu kami tak langsung istirahat, masih melaksanakan briefing alias pelaporan singkat oleh tiap-tiap panitia inti. Dilanjut dengan penjelasan L.O, malam itu saya menjadi L.O untuk kamar 18 yang dihuni 3  orang dari Universitas Islam Negerri Alauddin Makassar (kampus sendiri), 1 orang dari STIKES Panakkukang Makassar dan 1 orang dari STIKES Muhammadiyah Banjarmasin.
Selasa, 2 September 2014 sekitar pukul 05:00 WITA, bergegas membangunkan mereka yang dibawah asuhanku =D. Paginya pukul 07:00, saya mengantarkan makanan untuk mereka, lupa memperkenalkan diri. Tapi seiringan waktu berjalan, sayapun tahu nama mereka. Dari kampus UINAM ada Amsa anak angkatan 2012  (selaku ketua HMJ Keperawatan sekarang dan berperan sebagai Presidium sidang di ST VII ILMIKI), Mabrur anak angkatan 2012 (putra terpilih keperawatan), dan Wahid anak angkatan 2013 (berperan sebagai Presidium sidang di ST VII ILMIKI), dari STIKES Panakkukang ada Irfathul Khoirul dan dari STIKES Muhammadiyah Banjarmasin ada M.Khoirul Zed anak angkatan 2013. Karena tidak memperkenalkan diri, mereka hanya panggil kak, karena sudah saya prediksi bahwa mereka adalah junior-juniorku, secara saya adalah angkatan 2011 yang sekarang sudah semester 7 (angkatan tertua di jurusan). Otomatis mereka memanggil kak, apalagi tiga orang junior dari UINAM. Selama kurang lebih 6 hari saya harus melakukan rutinitas sebagai L.O bagi peserta kamar 18.
Jum’at, 5 September 2014 jadwal untuk City Tour. Hari yang ditunggu-tunggu mungkin oleh peserta ST VII ILMIKI dari luar daerah. Rutenya dari Wisma MAN Model ke Benteng Somba Opu ke Masjid untuk sholat Jum’at bagi pemeluk agama Islam kemudian lanjut ke tempat makan, setelah itu ke Benteng Ujung Pandang atau lebih dikenal dengan sebutan Belandanya “Fort Roterdam” lanjut ke Anjungan Pantai Losari kemudian menikmati pisang Epe’ khas Makassar kamudian lanjut makan malam. Setelah seharian mengelilingi kota Makassar, mereka masih harus melanjutkan hari melelahkannya dengan Closing ceremony di malam harinya yang dirangkaikan dengan ART NIGHT dan penampilan dari Wilayah 1-7. Acaranya ngaret karena beberapa hambatan, dan berakhir sekitar jam 24:30 WITA. Karena saya hanya bertugas di tempat registrasi malam itu, tugas saya selesai setelah para tamu undangan dan peserta telah memasuki ruangan. Tapi karena menunggu teman, yang bertugas sebagai MC dan Dirigent paduan suara, saya masih harus menunggu mereka. Acarapun selesai, tadinya kami akan tinggal lagi diwisma, tapi karena besoknya harus mengikuti Late Final oleh dokter yang malassssss sekali masuk jadi kami pulang ke rumah. Subuhnya, saya kembali membangunkan anak-anak asuhanku di kamar 18, menelpon mereka satu-satu, keculai Irfatul khoirul yang nomornya dari operator lain (Maaf yah L), tapi tetap saya ingatkan teman sekamarnya untuk membangunkan. Untungnya anak-anak ini pada rajin semua, gak kayak kamar sebelahnya, kamar 20. Tapi ada yang lebih rajin lagi dari anak-anak ini loh, satu orang penghuni kamar 17 yang kepalanya agak pelontos. Saat saya mengetuk kamar 18, malah dia yang buka kamar duluan =D dan tidak hanya sekali dua kali tapi sering sekali kejadian. Kalau ada award untuk peserta yang paling rajin bangun saya bakal kasih ke dia deh =D.
Paginya, kembali saya menelpon mereka menayakan sudah makan belum dan sudah siap tidak untuk berangkat ke kampus 2  untuk mengikuti seminar sebagai acara terakhir yang akan diikuti peserta sebelum bertolak ke daerah masing-masing. Cuma satu orang di kamar 18 yang akan bertolak ke daerahnya, Zed dari Banjarmasin. Selebihnya walaupun bukan asli Makassar tapi kuliahnya di Makassar jadi tidak perlu pulang kampung =D.
Selamat jalan Zed, ingatnya yang baik-baik yah tentang Makassar, yang jelek jangan disimpan dihati cukup jadi pembelajaran J. 

Seulas kisah di Benteng Somba Opu:
Saat itu, saya dan temanku Yani berangkat lebih dulu untuk mengurus keperluan registrasi di Benteng Somba Opu. Tak lama kemudian rombongan peserta ST VII ILMIKI tiba dan mulai di pandu oleh petugas di sana. Masuk museum, foto-foto sambil dengar penjelasan dari petugasnya. Keluar dari museum, sesi foto masih berlanjut hingga akhir perjalanan di benteng hari itu. Saat berjalan menuju benteng yang masih terlihat kokoh meski sebagian besarnya tinggal puing-puing, seorang memanggil yani. Kami kembali lagi dan seorang dari Universitas Indonesia sedang tidak enak badan dan harus kembali ke Bus, namanya Dewey. Masih berdiri ditempat itu setelah melihat Dewey diantar ke Bus, rombongan peserta memanggil dan menyurh saya berfoto dengan seorang peserta dengan berkata “bisa foto ?? dia dari tadi mau foto bareng kamu”. Setelah sempat stalking2 belakangan saya ketahui, cowok itu dari Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED). Katanya saat SMA hanya dua tahun karena dia ikut kelas Akselerasi, entahlah. Orang-orang *panitia lain menyebutnya Harry Potter =D. kenapa bisa ?? eum.. Saat mulai mencari tahu tentangnya yang tak begitu menarik saat itu, ingatanku muncul saat dia berada disampingku dan menerima telepon dengan bahasa sundanya “Nuhun” hanya kata itu yang bisa kuingat dari serangkaian kata yang tak terdeteksi diapun terburu beranjak dari sampingku melangkah kedepan saat saya menoleh untuk melihatnya yang saat itu penasaran dengan bahasa yang biasa kudengar di FTV salah satu stasiun TV, tidak begitu penting dan kembali melihat kerumunan perserta yang masih semangat berfoto. Ada pula yang tidak menyukai view di benteng ini, =D katanya biasa-biasa saja viewnya.
Selasa, 16 September 2014
20:32 p.m
Lanjutan:
Cowok itu namanya hhe, inisialnya saja deh DIFFA95, inisialnya itu sekaligus menjadi nama dari Websaitenya di Wordpress. Setelah membuka dan membaca websitnya, saya semakin penasaran dan tertarik padanya, sebenarnya rasa suka itu dipupuk oleh kemampuannya berpuisi saat malam penampilan dari wilayahnya (penampilan persembahan di malam penutupan ST VII ILMIKI). Dia orang yang tertarik dengan computer, waktunya banyak habis didepan computer sama denganku tapi bedanya saya didepan laptop untuk nonton drama korea kesukaanku sedang dia mengutak-atik program =D. Dia jago bikin kata-kata puitis, cerdas pula. Saya bahkan mengedit fotonya dan fotoku yang viewnya sama-sama sunset =D. Untuk pertama kalinya saya mengedit foto bukan dengan actor Korea, tapi dengan dia =D, Cuma dia =D. walaupun jauh dan mungkin itu pertemuan yang pertama dan terakhir kalinya, walaupun saya terlambat menyadari kehadirannya, terlambat menyadari ketertarikanku padanya, tapi semua terasa indah saat mengenang bayangnya samar-samar, mendengar suaranya samar-samar berkata “Nuhun” di kedalaman benteng Somba Opu hari itu =D. senangnya saat bisa bercakap langsung dengannya, tapi sudahlah itu takkan terjadi.
Rabu, 17 September 2014
18:49 p.m