Rabu, 17 September 2014

Berakhir, yah mungkin ini memang akhir dari kisah kita yang tak sampai.


Walaupun dia begitu menarik sekarang dan bertambah menarik setiap detiknya, tapi itu sebatas kekaguman saja. Rasaku ini masih tetap milikmu yang telah lama menungguku dalam waktu yang tak bisa dikatakan singkat. Seorang yang lumayan cuek, jarang mengirim pesan apalagi telephone, saat mengirim pesan yang ditanyakan “tidak rinduki kah ?” atau “masih specialka’ dihatita’ kah ?” biasa juga “fitri, apa kita kerja ?” yang paling sering “Fitri dimanaki’ ??, mauka pulang ke Belawa” =D kata-kata seperti itu, itu dirimu. Saya tahu saya ini kampung, tapi dia terlihat lebih kampung  walau ditempeli dengan 3 jenis smartphone berbeda merek =D. dia tipe cowok yang tidak akan meninggalkan seseorang yang disukai dengan mudah, dia menunggu dengan sabar. Saya sebenarnya tak begitu yakin rasa apa yang tertinggal untuknya sekarang ini. Bukankah egois tetap menahannya bersamamu tanpa kejelasan seperti ini ?? tanpa status. Yah tanpa status, kami hanya dekat satu sama lain, berjanji akan memiliki status berpacaran saat kami lulus kuliah, karena saya tidak ingin menjalin hubungan sekarang ini. Tapi dengan begini, statusku bahkan bertambah tidak jelas. Dibilang pacaran tidak juga, jomblo juga bukan. Cuma berkomitmen untuk bersama saat lulus dengan gelar sarjana nanti. Percaya atau tidak, dia telah menunggu selama saya masih menjadi mahasiswa baru (maba) di kampus sampai menjadi mahasiswa angkatan paling tua. Saat itu tahun 2011, kami sama-sama menjadi maba, dia Jurusan Ilmu Hukum di Fakulktas Syari’ah dan Hukum dan saya di Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu kesehatan di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Malam ini kami kembali berkirim pesan, yang membawa kami pada kesimpulan untuk mengakhiri komitmen itu. Berat rasanya melepasnya, tapi saya benar-benar tidak ingin menahnannya tanpa kejelasan seperti ini. Dari kata-katanya, kutahu saya masih tetap kekanak-kanakan, menganggap enteng komitmen yang kami buat. Sakit, itu adalah mainset saat berpisah dan tidak akan kuterapkan saat ini karena kehilangannya, saya pernah meneteskan airmata untuk ini, sampai-sampai kantung mata dan kelopak mataku membengkak. Tidak akan kukeluarkan lagi airmata sia-sia menangisi ini. 

Ini dua Pesan singkat trakhir darinya :
1)   “mauja z d perjelas klo memang tdk adaji rasata blng mki sja, bukan persoalan capeknya, tp prsoalan perasaan ini, bukan juga persoalan banyaknya cewek tp masalah komitmen..”
2)  “iyye ba ple, qt ji apa mauta y pastinya z berusaha ja tdk lari dari komitmen, tapi maumi d apa klo ituji mauta..”
Sekarang ini masih kutulis puisi-puisi untuknya, entah sampai kapan, dan dia takkan terlupakan :). Andi Jaya Kasma namanya. 

Ini ada lagi pesan singkatnya yang cukup panjang sekitar jam 12 malam tadi: “Tidur mki psti Fitri. Maaf z gangguki, mungkin inimi zmz terakhirku k kita. Terima kasih banyak na krn qt kasihka ksmpatan dkat dgn kita mskipun belumpa bsa dapatkanki seperti y z harapkan. Maaf ka jg na klo ada salahku krn berusahama z semampuku tp ternyata blm seperti y qt harapkan. Baik-baikki na klojodoh itu pasti suatu saat sama jki. See u Bondeng..” 

Selalu saya, masalahnya selalu pada diriku. Tidak bisa menghargai yang telah datang dengan setia menunggu, selalu mencoba mengertiku. Bukan, bukan karena kamu tidak seperti yang saya harapkan. Ini lebih pada keinginanku untuk sendiri, sejak awal. Tapi saya hanya tak bisa melepasmu saat itu, saya takut kehilangan kamu, bahkan sekarangpun tetap begitu setelah 3 tahun kita lalui tanpa kepastian dariku kamu masih bertahan, selalu berfikir “bagaimana jika bukan kamu ?? bagaimana bila kamu sudah tak disampingku, menjaga asamu untukku ?? bagaimana jika kamu bertemu wanita lain yang kamu rasa nyaman bersamanya nanti, tidak seperti saya ?? bagaimana jika kabarmu, psan singkatmu, telephonemu tak lagi kudapati ?? masihkah saya dapat bertahan ??”. pikiran-pikiran itu yang memenjarakan keinginanku untuk sendiri, karena takut. Takut kehilanganmu, itu saya. Dan sekarang, mari kita melangkah maju, semangat untukmu yang sementara menyusun draft proposal, semoga cepat selesai seperti keinginanmu. Semangat untukku yang bahkan judulnya belum dikumpul di prodi Keperawatan untuk dapat SK =D we can do it. Give our best for it :) fighting !!!
Rabu, 17 September 2014
19:52 p.m

Tidak ada komentar:

Posting Komentar